Jumat, 29 Juli 2016

Beras Indonesia Ditolak Amerika, Karen Terdapat Staples
Beras adalah salah satu produk makanan pokok paling penting di dunia. Pernyataan ini terutama berlaku di Benua Asia, tempat beras menjadi makanan pokok untuk mayoritas penduduk (terutama di kalangan menengah ke bawah masyarakat). Benua Asia juga merupakan tempat tinggal dari para petani yang memproduksi sekitar 90% dari total produksi beras dunia.

Lotus Food yang berlokasi di California, Amerika Serikat, menunda penerimaan ekspor beras dari PT Bloom Argo yang terletak di Desa Mekar Wangi, Cisayong, Tasikmalaya, Jawa Barat. Ini karena ditemukan satu kotak staples berukuran 1 cm dalam pengiriman beras organik akhir tahun lalu.

"Saya mendapat email laporan dari Amerika sama ada fotonya itu Desember lalu," ujar Ketua Gapoktan (Gabungan Koperasi Petani) Simpatik, Saeful Bahri, Tasikmalaya, Kamis. Akibat dari indikasi kontaminasi metal tersebut, dia mengakui 20 ton beras organik dalam satu kontainer itu yang dikirim tersebut dikembalikan.

"Rugi sih enggak. Cuma kalau ekspor itu dapat keuntungan sekian, lokal sekian", ulas Saeful. Enggan menyebutkan hargaekspor, Saeful hanya mengatakan bahwa harga lokal sekitar Rp16 ribu per kg. Selain adanya indikasi kerugian, penundaanekspor kembali ke tempat yang sama dan jumlah yang sama per 30 April nanti juga dipastikan bernasib sama.

Penundaan itu hingga tersedianya alat pendeteksi metal. "Mereka meminta kami punya alatnya dulu. Janganlah eksporke sini dulu sebelum punya Metal Detector," ujarnya.

Saeful merasa heran dengan temuan tersebut karena sejak 2009 belum pernah ada komplain ekspor semacam itu. Dia juga meyakini alat-alat yang digunakan, terutama magnet untuk deteksi logam, memiliki kualitas yang terjamin.

Karena itulah metal detector memang sangat penting keberadaannya disetiap industri, karena keamanan yang terdapat pada makanan atau barang yang diproduksi itu sangat penting.

Tagged:

0 komentar:

Posting Komentar