Senin, 07 November 2016

Saat ini metal detector Indonesia menghadirkan solusi untuk industri yang cukup besar, yaitu industri kopi dan teh, setelah lama metal detector meluncurkan untuk industri makanan. Sekarang terdapat solusi terbaik bagi para produsen teh dan kopi.

Teh dan kopi telah menjadi minuman favorit orang Indonesia, kedua minuman tersebut biasa dihidangkan pada pagi hari yang sejuk. Sering kali pertemuan penting juga dihidangkan dengan kopi dan teh,yang menambah kehangatan suasana, karena saat ini kopi dan teh telah banyak modifikasi komposisi untuk menghasilkan rasa yang bervariasi. Oleh karenanya untuk industri teh dan kopi sangatlah besar, bahkan memiliki kompetitor yang cukup banyak.

Semakin bertambahnya tahun teknologipun berkembang, prosedur keamanan panganpun meningkat, pada intinya makanan seperti teh dan kopi tidak boleh ditemukannya kontaminan, baik biologis, kimiawi berbahaya, dan fisik seperti metal. Metal Detector Indonesia mengatakan bahwa masuknya pengotor terutama logam mengindikasikan proses yang tidak higienis bahkan membahayakan konsumen. Oleh karena itu kepada pengusaha harap memperhatikan hal ini, terutama apabila produk anda berorientasi ekspor, bukan berarti di dalam negeri tidak ada inspeksi.

Metal Detector Untuk Kopi Dan Teh adalah solusi tepat dari inspeksi keamanan minuman seperti kopi dan teh, harus melalui beberapa tahapan mulai dari bahan baku hingga packing produk, hal itu perlu dilakukan karena untuk menjaga agar mesin-mesin produksi tidak mengalami kerusakan jika ada metal dalam ukuran yang cukup besar memasuki  produksi, dan memastikan produk terbebas dari kontaminan metal. Hal tersebut menjadi faktor metal detector menjadi sangat penting untuk industri teh dan kopi.

hqdefault.jpg

1. Penanganan Bahan BakuPada proses ini, Metal Detector digunakan untuk mencegah masuknya metal, dapat menggunakan type konveyor belt atau menggunakan gravity fall metal detector.

2. Proses Produksi
Pada proses ini, kontaminan dapat saja masuk dari hasil korosi logam selama perjalanan atau mobilisasi produk atau pengolahan produk, terutama setelah maintenance ketika shutdown, metal detector yang cocok diterapkan adalah gravity fall metal detector untuk produk serbuk atau pipeline metal detector untuk produk cair.

3. Tahapan Setelah Packing
Penggunaan metal detector setelah packing ada dua jenis, apakah kemasan yang digunakan adalah mengandung aluminium atau tidak, jika kemasannya adalah plastik biasa ataupun karton, maka dapat menggunakan metal detector konvensional, permasalahannya jika anda menggunakan kemasan aluminium, maka anda menggunakan metal detektor khusus kemasan aluminium.
Cara kerja metal detector adalah menggunakan signal yang berada pada kepalanya, ketika produk dimasukkan atau ditest harus dapat dikenali terlebih dahulu oleh metal detector, cukup sekali untuk produk sejenis, jika terdapat logam maka akan mengganggu frekuensi sinyal dari metal detector.

Tagged:

0 komentar:

Posting Komentar